Dari Seprei Lukis Hingga Kerupuk Terasi, 2 Perempuan ini Raup Untung Berlimpah
Batang (news.bprcentralartha.com) – Dua perempuan hebat asal Kabupaten Batang ini telah membuktikan bahwa dengan usaha yang konsisten dan tidak kenal menyerah menjadikannya sukses sebagai pelaku usaha UMKM, sehingga hasilnya bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan lingkungan sekitar. Mereka adalah Ratih Kusumasari si pengrajin Sprei Lukis dan Tunispah seorang produsen kerupuk Terasi.
Berawal dari keinginan mendapatkan suvenir pernikahan yang unik dan berbeda, Ratih Kusumasari justru menemukan peluang usaha. Ibu rumah tangga ini menuturkan kepada Tim UMKM Central Artha bahwa dirinya telah mengembangkan Abel Sprei Lukis, jenis usaha rumahan yang memproduksi sprei dengan desain lukisan sesuai permintaan pelanggan. Workshop sekaligus galerinya berada di Jalan Serondo, Perumahan Kencana Residence Blok G7, Batang. “Beberapa kali saya mencari souvenir, tetapi motifnya hampir sama. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak dibuat custom?” ujar Ratih.

Ratih kemudian menggandeng tenaga yang memiliki kemampuan menggambar dan melukis untuk mengerjakan sprei tersebut. Pesanan dalam jumlah besar membuat omzet usahanya terus meningkat hingga mampu menghasilkan puluhan juta rupiah setiap bulan.

Abel Sprei Lukis pernah membuat desain ikon Kabupaten Batang, seperti Kalikuto, Pantai Ujung Negoro, dan Teh Pagilaran. Hasil desain tersebut dipamerkan pada kegiatan yang dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu. Untuk produk tersebut, Ratih menggunakan kain berbahan katun yang adem dan nyaman, menyerupai karakter kain yang banyak digunakan pada produk sprei hotel. Produk tersebut bahkan pernah dibawa pelanggan ke luar negeri sebagai oleh-oleh, di antaranya ke Belanda, Singapura, dan Malaysia.
Masih di Kabupaten Batang. Kali ini tim liputan UMKM Central Artha ke tempat Ibu Tunispah yang memproduksi kerupuk terasi TN, lokasinya ada di Desa Karangasem Selatan RT 4 RW 3 Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Dalam proses penggorengannya, kerupuk terasi TN masih menggunakan teknik tradisional, yaitu dengan menggunakan media pasir laut untuk menggorengnya, proses inilah yang menjadi salah satu keunikannya. Tunispah menjelaskan bahwa usaha yang dijalaninya sekarang ini berawal dari desakan kebutuhan keuangan keluarga, Tunispah mencoba untuk mencari pendapatan diluar jam kerja di pabrik kala itu.

Waktu itu, produk kerupuknya sedikit-sedikit dipasarkan ke warung-warung. Sekarang anak – anaknya ikut membantu menjual kerupuk secara online dan produknya mulai dikenal masyarakat. Kerupuk TN sering diikutkan dalam acara pameran di Batang, Pekalongan dan Bali.

Itulah dua perempuan yang bisa menjadi inspirasi usaha, sehingga usaha yang ditekuninya sekarang ini bahkan sudah bisa menambah pundi – pundi uang bagi keluarganya.
