Perbarindo DPK Tegal Gelar Musyawarah Komisariat IX, Upaya Tekan angka NPL dan Isi kekosongan Jabatan ketua
Tegal (news.bprcentralartha.com) – Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Tegal, menggelar Musyawarah Komisariat (Muskom) ke- IX di hotel Grand Dian Slawi, Jumat, 6 Maret 2026. Acara ini sebagai langkah cepat Asosiasi dalam menyikapi kekosongan Kursi Ketua dan langkah antisipasi perubahan dinamika ekonomi yang dapat berimbas pada industri perbankan.
Kosongnya jabatan ketua Perbarindo DPK Tegal dikarenakan ketua sebelumnya H. Khojin, S.H., M.M. telah memasuki purna tugas di BPR BKK Kabupaten Tegal.
Direktur Utama PT. BPR Central Artha, Dr. Ismiyanto, S.H., M.H., M.M. terpilih sebagai Ketua Penggantian Antarwaktu (PAW) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Tegal masa bakti 2026-2027.

Pemilihan dilakukan secara aklamasi dan dilanjutkan dengan pelantikan dalam acara Musyawarah Komisariat (Muskom) IX Dewan Pengurus Komisariat Tegal yang dihadiri oleh Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita, Ketua DPD Perbarindo Jawa Tengah Drs. H. Dadi Sumarsana, S.H., M.M., Ketua Perbarindo DPK Tegal periode sebelumnya H. Khojin, S.H., M.M., Pengurus dan Direksi anggota Perbarindo DPK Tegal.
Dalam sambutannya, Dr. Ismiyanto menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Penggantian Antarwaktu Perbarindo DPK Tegal. Ia menegaskan jabatan tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk memajukan industri BPR dan BPRS di wilayah eks Kresidenan Pekalongan di tengah tantangan dinamika ekonomi, perkembangan teknologi keuangan, serta tuntutan tata kelola yang semakin kuat.
“Ini bukan sekadar posisi organisasi, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas dan komitmen untuk memajukan BPR-BPRS di wilayah DPK Tegal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Ismiyanto menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus sebelumnya serta mengajak seluruh anggota Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia untuk memperkuat kebersamaan dan kolaborasi demi kemajuan industri BPR-BPRS di wilayah tersebut.
Dalam waktu dekat, kami akan menginisiasi rapat konsolidasi bersama seluruh pengurus dan anggota Perbarindo DPK Tegal. Forum ini menjadi langkah awal untuk merumuskan arah kerja bersama, mulai dari penguatan kualitas sumber daya manusia, membuka peluang-peluang bisnis yang lebih luas, hingga membahas berbagai tantangan, permasalahan, dan isu-isu strategis yang sedang dihadapi industri BPR-BPRS saat ini.

Dan sebagai langkah awal, kami akan membentuk POKJA Non Performing Loan (NPL) sebagai tindak lanjut arahan dan amanah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal agar BPR-BPRS dapat berkolaborasi dalam mencari solusi penanganan kredit bermasalah.
Struktur POKJA NPL terdiri dari Dadan Hardiana Agustina (Perumda Bank Brebes) sebagai Ketua, Aji Wijayanto (BPR Arismentari Ayu) sebagai Sekretaris (sekaligus Sekretaris Perbarindo DPK Tegal) serta Maya Indra Mulyani ( BPR Central Artha) bagian Ligitasi dan Non Ligitasi, Pokja NPL sebagai wadah kolaborasi BPR-BPRS dalam berbagi strategi penanganan dan penyelesaian kredit bermasalah.
Terpilihnya Dadan sebagai ketua Pokja NPL oleh pengurus baru adalah pertimbangan bahwa ditangan Dadan, Perumda Bank Brebes berhasil menurunkan angka NPL sehingga berdasarkan pengalaman tersebut diharapkan bisa membantu penurunan NPL di Wilayah Karesidenan Pekalongan dengan tujuan akhir adalah membentuk BPR yang lebih sehat dan kuat.

Dalam sambutannya, Dadan Hardiana Agustina menyampaikan bahwa secara umum dengan pengalamannya akan menjalankan amanah organisasi dan bertanggungjawab mengemban tugas tersebut.
“Saya yakin, karna selama ini dengan pengalaman dalam penanganan debitur bermasalah itu pada pola penangananya, Bank Berbes memiliki tool monitoring, bahwa NPL-itu, monitoring dari awal kebiasaan paradigma di debitur, dari awal,kita jaga, jangan sampai melakukan one prestasi di awal” kata Dadan.
Sementara itu, Ketua Perbarindo DPD Jawa Tengah, Drs, H. Dadi Sumarsana, S.H., M.M. menyampaikan ucapan selamat kepada Dr. Ismiyanto yang terpilih sebagai Ketua Perbarindo DPK Tegal melalui Musyawarah Komisariat (Muskom) IX. Dari 31 BPR/BPRS anggota yang memiliki hak suara, terdapat 12 calon yang diusulkan sebelum akhirnya forum menetapkan Dr. Ismiyanto sebagai ketua secara aklamasi setelah meraih suara terbanyak. Menurutnya, proses tersebut menjadi salah satu Muskom tercepat di tingkat nasional sekaligus menandai awal kepemimpinan baru di organisasi tersebut.

Sebagai ketua DPD Perbarindo Jateng beliau juga mengapresiasi atas terbentuknya POKJA NPL oleh Pengurus Baru dan beliau berpesan nantinya, dalam melaksanakan tugasnya, anggota Pokja NPL akan menandatangani kode etik dan pakta integritas, yang memuat tentang tugas dan etika untuk menjaga kerahasiaan data dan informasi terkait nasabah yang masuk kategori NPL dari tiap BPR-BPRS sehingga semua anggota Perbarindo DPK Tegal merasa aman dan nyaman berbagi data .
Semoga POKJA NPL bisa berkerja dengan maksimal bersama seluruh anggota perbarindo DPK Tegal sehingga NPL di Eks Karesidenan Pekalongan bisa dibawah dua digit ujar Dadi Sumarsana.
Lebih Lanjut, Dadi Sumarsana juga menambahkan bahwa anggota Perbarindo DPK Tegal untuk banyak berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) khususnya OJK Tegal dalam menjalankan regulasi agar tidak terjadi salah pemahaman di lapangan.

Sedangkan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal, Kurnia Tri Puspita menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menghadapi berbagai tantangan di industri jasa keuangan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa forum pertemuan bersama para pemangku kepentingan, termasuk pengurus Perbarindo, menjadi momentum penting untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama.
Ia juga mengapresiasi langkah Perbarindo DPK Tegal yang telah membentuk kelompok kerja (pokja) Non Performing Loan (NPL), yang dinilai sejalan dengan roadmap penurunan NPL dari Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah.
Sebab dari angka NPL BPR-BPRS di eks karesidenan Pekalongan, masih lebih tinggi dibanding dari Provinsi dan Nasional.
“Kami melihat Perbarindo sebagai mitra strategis. Melalui forum seperti ini kita bisa duduk bersama, mendiskusikan isu-isu strategis, dan mencari solusi” ujar Kurnia.
Acara berjalan dengan lancar penuh keakraban dan kekeluargaan ditutup dengan tausiah oleh ustadz Aghna Tashlikhi dari Slawi serta dilanjutkan dengan Ramah Tamah dan buka puasa bersama.

