PT. BPR Central Artha Gelar Workshop Refreshment SOP dan Juknis Operasional

Tegal (www.news.bprcentralartha.com) — PT. BPR Central Artha menggelar kegiatan Workshop Refreshment SOP dan Juknis Operasional baru-baru ini di salah satu hotel di Kota Tegal.  Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan seluruh insan BPR bekerja sesuai standar dan aturan yang telah ditetapkan.

Workshop diawali dengan pengantar pelatihan yang disampaikan oleh Direktur Utama PT BPR Central Artha, Dr. Ismiyanto, menjelaskan bahwa komunikasi yang baik dan profesional dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah konflik internal di lingkungan kerja, terutama antarbagian seperti bagian marketing, verifikator, dan admin kredit. Setiap kendala kerja, termasuk berkas yang belum dapat diproses, diharapkan disampaikan secara santun dan berbasis manajemen risiko tanpa emosi yang berlebihan.

“Contoh kasus misalnya berkas yang diajukan oleh marketing itu tidak bisa diproses, kita sampaikan dengan baik dan santun. Dengan berbasis dari risiko, apa risiko yang akan muncul? Kita sampaikan. Terus kita minta dilengkapi dulu. Tidak perlu dengan emosi, tidak perlu dengan marah-marah.” ujar Dr. Ismiyanto.

Selain itu, penerapan nilai Kaizen atau perbaikan berkelanjutan ditekankan sebagai upaya membangun kualitas kerja yang lebih baik. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu memberikan dampak besar dalam jangka panjang.

“Jadi kita harus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik terus. Tidak perlu 100%, tidak perlu 50%, tapi kalau konsisten, setiap hari kita melakukan perubahan-perubahan terhadap kekurangan kita, 1% saja nanti di kali satu bulan sudah berapa? Di kali satu tahun sudah berapa? Ya, lama-lama sepurna. Nah ini yang kita harapkan.”

Komunikasi yang memperhatikan situasi serta saling menghargai tugas masing-masing diyakini dapat menciptakan suasana kerja yang harmonis dan mendorong kinerja yang lebih optimal.

“Teknik komunikasi juga melihat situasi (situasional), misalnya kita mau ke petugas   verifikator, kalau masih melihat sibuk, jangan diajak ngomong, ditunggu sebentar, disaat teman-teman verifikator, Teller, CS, admin dana, admin kredit, sudah santai, baru kita bicara.”

Sebagai pemateri utama, POH Kepala Divisi Operasional, Pelayanan dan Umum PT BPR Central Artha, Taufik Alhuda. Dijelaskan secara rinci alur operasional perbankan serta pembagian tugas dan wewenang di setiap lini kerja. Ia menegaskan bahwa pemahaman alur transaksi nasabah menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan yang tepat dan efisien.

“Nasabah datang untuk melakukan transaksi, maka kita harus tahu transaksi apa yang akan dilakukan dan siapa yang berwenang melayani, apakah customer service, teller, administrasi dana, atau administrasi kredit. Kita juga wajib memberikan informasi yang jelas agar nasabah memahami proses, termasuk membedakan transaksi tunai dan non tunai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Taufik menguraikan tugas dan wewenang masing-masing bagian operasional. Customer service memiliki wewenang untuk menyaksikan nasabah dalam pengisian dan penandatanganan formulir bank. Sementara itu, teller berwenang menerima dan membayarkan uang tunai sesuai dengan limit kewenangannya.

Pada bagian administrasi dana, tugas utamanya adalah menyelesaikan permasalahan yang terjadi di unit kerjanya sepanjang masih dalam batas wewenang. Hal serupa juga berlaku bagi administrasi kredit, yang selain menangani penyelesaian masalah unit kerja, juga berwenang menerima dokumen jaminan debitur serta mengusulkan penyempurnaan SOP sesuai kebutuhan operasional.

Sementara itu Direktur Bisnis PT BPR Central Artha, Atika Rochyati menegaskan pentingnya penyegaran kembali SOP dan aturan operasional sebagai bekal menghadapi tantangan kerja khususnya memasuki tahun 2026.

“Kali ini kita belajar lagi atau refreshment supaya bisa mengingat kembali SOP dan aturan-aturan yang ada agar teman-teman di tahun 2026 kita lebih baik lagi,” ujarnya.

Atika juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan pelatihan ini sebagai momentum evaluasi diri. Kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi diharapkan tidak terulang kembali, melainkan menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kinerja.


“Pulang dari sini, saya harap banyak manfaat yang peserta dapatkan dan bisa mengubah diri kalian di tahun depan agar kinerja operasional bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *